Sebagai Ketua Umum Sinode GERMITA, juga sebagai Ketua DEPERPU MUKAT, saya menyampaikan turut berdukacita mendalam atas dipanggilnya oleh Bapa di Surga, Drs Jefry Direno, Tokoh Pendiri MUKAT dan salah satu Pejuang Pembentukan Kabupaten Talaud.
Bu Jeffry (panggilan akrabnya) masih diperkenankan Tuhan untuk melihat lahirnya Kabupaten Kepulauan Talaud melalui (tinta emas), ditanda-tanganganinya Undang Undang No.8 Tahun 2002 oleh Presiden Megawati Soekarno Putri di Jakarta. Dan Bu Jefry masih juga melihat dinamika perkembangan Talaud selama kurang lebih 23 Tahun, dewasa ini.
Pada sekitar bulan Mei tahun 2024 lalu, saya ditemani oleh Sdr. Nusa Magenda, Bu Kamba (Ruben Awaeh), Jos Riung, dan sdr. Lumakeki, saya sempat berkunjung di rumah Bu Jefry di Sunter Jakarta Utara. Walaupun usiannya sudah 80-an tahun, namun Bu Jefry masih sangat bersemangat ketika diajak berbicara tentang Talaud. Matanya mencorong dan suara masih lantang, ketika berbicara tentang pembagunan negeri bumi Porodisa yang sangat dicintainya. Ia berkisah bhw dibentuknya kabupaten Talaud adalah dlm rangka mengangkat harkat dan martabat masyarakat Talaud, agar bisa sejajar dengan daerah2 lain di negara Indonesia ini.
Di rumah-nya di Sunter, yang dipenuhi dengan tumpukan buku2 sejarah, politik, kebudayaan bahkan teologi, kami sempat berdiskusi tentang Talaud. Bu Jefry daya ingatnya sangat kuat, tidak hanya tentang sejarah perjuangan Talaud, tetapi juga ttg silsilah leluhur Talaud , termasuk silsilah leluhur saya. Saya terpaku mendengar penuturan Bu Jefry tentang sejarah Talaud, tentang Udamakat raya, dsb.
MUKAT (Musyawarah Masyarakat Talaud) dibentuk di Jakarta sekitar tahun 1976, untuk menjadi organisasi resmi pembawa aspirasi perjuangan Dati Dua Talaud (istilah waktu itu). Bersama dengan Pak Jerry Sumendap (Owner Pesawat Burag, pak Lody Magenda, dan Bu Jeffry Direno, dll, mereka berjuang di Jakarta untuk lahirnya Dati Dua Talaud.
Munas pertama MUKAT tahun 1980 di jakarta sempat menghadirkan Mendagri dan beberapa pejabat negara di era Presiden Soeharto. Bu Jefry Direno termasuk penyandang dana dan
Membiayai pelaksanaan Munas MUKAT. Beliau waktu itu didaulat menjadi ketua MUKAT dan juga sebagai Bendaharawan di Departemen Perhubungan Indonesia. Bu Jefry di masa jayanya, seperti juga Om Jerry Sumendap, tidak tanggung tanggung membiayai event2 berkaitan dgn acara masyarakat Talaud. Walaupun tinggal di Jakarta, jauh di sana, mereka sangat mencintai tanah leluhur, bumi Porodisa.
Kemarin saya terkejut ketika mendengar berita bahwa Bu Jefri Direno telah kembali kepada sang Penciptanya.
Melalui saudara Nusa Magenda, tadi saya memesan karangan bunga untuk menyampaikan ucapan turut berdukacita dari sinode GERMITA dan DEPERPU MUKAT (Musyawarah Masyarakat Talaud) sebagai tanda penghargaan terhadap Bu Jefry Direno (Almarhum). Tadi saya juga menelpon Bu Alex Binilang Ketua DPP MUKAT untuk menyampaikan karangan bunga turut berdukacita kepada Bu Jefry, sebagai tanda penghargaan terhadap perjuangannya.
Saat ini jenazah alm.Bu Jefry Direno disemayamkan di Rumah Duka RS Husada Lantai 2 Ruang L Jl. Raya Mangga Besar No. 137-139. Dan acara ibadah Pelepasan akan dilaksanakan rencana pada Rabu, 13 Agustus 2025, Jam 10.00 (pagi) WIB.
Selamat jalan Bu Jefry. Tuhan Sang Maha Pengasih kiranya menerimamu di pintu Surga dan di dalam keabadian-Nya.